Filosofi Teras : Hidup Selaras Dengan Alam

Review oleh: Novi Pasaribu dan Romian Siallagan

 

Penulis : Henry Manampiring
Tebal buku : 320 halaman
Penerbit : Penerbit Buku Kompas

Manusia dengan segala keunikan dan keunggulannya merupakan bagian dari alam. Bahkan setiap bagian tubuhnya merupakan satu kesatuan dari alam. Termasuk otak manusia. Otak manusia yang merupakan pusat dari emosi dan kendali tubuh manusia. Menentang kerja alami otak manusia untuk berpikir nalar merespon segala hal merupakan tindakan yang bertentangan dengan alam. Yah, namanya bertentangan, pasti melelahkan. Baca lebih lanjut

Petani Itu Apa? Mungkin Orang-Orang Yang Bernasib Buruk

Oleh: Mangasa H. Pasaribu

Sebulan lebih sudah menjalani aktivitas pertanian. Jangan tanya berapa banyak keringat yang keluar, karena mungkin Tuhan juga tidak tau. Aku dengan kemampuan amatir membuat bertani jauh lebih berat, belum lagi aktivitas ini menghadirkan beberapa hal ganjil dalam kepala yang cukup mengganggu. Diantara banyaknya hal ganjil tersebut yang paling mengganggu adalah hasil yang tidak setimpal. Baca lebih lanjut

Mitos Inferioritas Perempuan: Senjata Untuk Perempuan

Oleh: Redaksi

Cerita tentang perempuan ibarat cinta. Tak pernah ada habisnya. Terlebih lagi ketimpangan yang perempuan harus hadapi. Belum sampai titik. Bisa-bisa seperti lingkaran tidak ada ujungnya. Tentu saja itu hanya jika patriaki masih kokoh mengakar dalam masyakarat. Baca lebih lanjut

In the Time of The Butterflies

Resensi oleh  : Bintang Ladenava

Penulis           : Julia Alvarez
Penerjemah  : Istiani Prajoko
Penerbit         : Serambi
Tebal buku    : 571 halaman

Sejarah lahirnya Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan Baca lebih lanjut

Lelaki Harimau

Review oleh: Lewis Siahaan

Judul Novel   : Lelaki Harimau
Penulis            : Eka Kurniawan
Penerbit         : Gramedia 
Tebal Buku    : 191 Halaman

Lelaki Harimau, salah satu novel karya Eka Kurniawan. Berceritakan margio, seorang anak dari Komar bin Syueb dan Nuraeni, yang membunuh tetangganya bernama Anwar Sadat. Pembunuhan dilakukan Margio dengan amat bengis, yaitu menggigit leher Anwar Sadar sampai hampir putus. Dalam pengakuannya, Margio menyangkal telah melakukannya, malah mengklaim bahwa ada harimau didalam tubuhnya yang melakukan perbuatan keji itu. Baca lebih lanjut